|
|
|
Peraturan
Bapepam

|
PERATURAN NOMOR VIII.G.9 : INFORMASI DALAM
IKHTISAR KEUANGAN SINGKAT REKSA DANA |
Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam
Nomor Kep-99/PM/1996,
Tanggal 28 Mei 1996 |
| |
|
1. |
Informasi yang
harus diungkapkan dalam ikhtisar keuangan
singkat Reksa Dana terbuka, mengikuti
tabel sebagai berikut: |
| |
| |
Periode dari tanggal 1 Januari tahun
berjalan s/d tanggal Prospektus |
Periode 12 bulan terakhir dari tanggal
Prospektus |
Periode 36 bulan terakhir dari tanggal
Prospektus |
Periode 60 bulan terakhir dari tanggal
Prospektus |
3
Tahun Kalender
Terakhir
|
TOTAL HASIL INVESTASI
(%) |
|
|
|
|
|
|
|
HASIL INVESTASI SETELAH MEMPERHI-
TUNGKAN BIAYA PEMASARAN (%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
BIAYA OPERASI |
|
|
|
|
|
|
|
|
PERPUTARAN PORTOFOLIO |
|
|
|
|
|
|
|
|
PERSENTASE PENGHASILAN KENA PAJAK (%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
a. |
Total Hasil
Investasi adalah perbandingan antara
besarnya kenaikan nilai aktiva bersih per
saham/ Unit Penyertaan dalam satu periode
dengan nilai aktiva bersih per saham/ Unit
Penyertaan pada awal periode dengan
ketentuan sebagai berikut: |
| |
1) |
jika dalam
satu periode terjadi pembagian dividen,
maka besarnya dividen per saham/ Unit
Penyertaan dikonversikan ke dalam satuan
saham/Unit Penyertaan berdasarkan nilai
aktiva bersih per saham/Unit Penyertaan
pada saat dilakukan pembagian dividen.
Saham/ Unit Penyertaan dari konversi ini
dianggap akan menambah jumlah saham/ Unit
Penyertaan secara keseluruhan; dan |
| |
2) |
nilai aktiva
bersih per saham/Unit Penyertaan pada awal
periode dikalikan dengan jumlah saham/
Unit Penyertaan sebelum dilakukan
pembagian dividen/uang tunai sedangkan
nilai aktiva bersih pada akhir periode
dikalikan dengan jumlah saham/Unit
Penyertaan setelah dilakukan pembagian
dividen/uang tunai. |
| |
b. |
Hasil
Investasi Setelah Memperhitungkan Biaya
Pemasaran adalah perbandingan antara
besarnya kenaikan nilai aktiva bersih per
saham/Unit Penyertaan dalam satu periode
dengan nilai aktiva bersih per saham/Unit
Penyertaan pada awal periode, dimana nilai
aktiva bersih setelah memperhitungkan
biaya penjualan dan biaya pelunasan,
dengan ketentuan sebagai berikut : |
| |
1) |
nilai aktiva
bersih per saham/Unit Penyertaan pada awal
periode ditambah dengan besarnya biaya
pemasaran (penjualan) yang dibayar oleh
pemodal. |
| |
2) |
nilai aktiva
bersih per saham/Unit Penyertaan pada
akhir periode dikurangi dengan biaya
pelunasan yang dibayarkan oleh pemodal;
dan |
| |
3) |
jika dalam
periode tersebut terdapat pembagian
dividen, maka jumlah Unit harus
disesuaikan seperti pada perhitungan Total
Hasil Investasi. |
| |
c. |
Biaya Operasi
Reksa Dana dalam satu tahun adalah
perbandingan antara biaya operasi dalam
satu tahun dengan rata-rata nilai aktiva
bersih dalam satu tahun. Bila jumlah biaya
menunjukkan untuk masa lebih atau kurang
dari satu tahun, maka biaya tersebut harus
dikalikan duabelas kemudian dibagi dengan
jumlah bulan dalam periode tersebut. |
| |
d. |
Perputaran
Portofolio dalam satu tahun adalah
perbandingan antara nilai pembelian atau
penjualan portofolio dalam satu periode
mana yang lebih rendah dengan rata-rata
nilai aktiva bersih dalam satu tahun.
|
| |
|
Persentase
Penghasilan Kena Pajak, dihitung dengan
membagi penghasilan selama satu periode
yang mungkin dikenakan pajak pada pemodal,
dengan pendapatan operasi bersih. |
|
2. |
Angka-angka
statistik yang terdapat pada butir 1 yang
disajikan dalam bentuk tabel pada bagian
mengenai Ikhtisar Keuangan Singkat dari
laporan tahunan, dan harus diperiksa oleh
akuntan yang independen yang sudah
mengaudit laporan keuangan dimaksud. |
|
3. |
Ikhtisar
Keuangan Singkat mencakup kalimat
pernyataan sebagai berikut:
Tujuan tabel ini adalah semata-mata untuk
membantu memahami kinerja masa lalu dari
Reksa Dana, tetapi seharusnya tidak
dianggap sebagai indikasi dari kinerja
masa depan akan sama baiknya dengan
kinerja masa lalu. |
|
|
Isi peraturan dan produk hukum yang
ditampilkan merupakan hasil reproduksi
dari dokumen aslinya. Jika ada keraguan
mengenai isi, agar memperhatikan dokumen
aslinya. |
|
|
|