|
A. |
Peraturan Bapepam
Nomor IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum
|
|
|
Penyempurnaan peraturan ini
dimaksudkan untuk
meningkatkan efektifitas dan
efisiensi pelaksanaan Penawaran Umum antara lain
dengan mempersingkat jangka waktu Penawaran Umum. |
|
|
Adapun
pokok-pokok perubahannya antara lain meliputi
hal-hal sebagai berikut: |
|
|
1. |
Kewajiban mengumumkan
Prospektus Ringkas yang merupakan bagian dari
Pernyataan Pendaftaran tidak berlaku dalam hal
penawaran dilakukan oleh Perusahaan Menengah dan
Kecil atau ditujukan kepada Pihak tertentu dan
sifat penawarannya terbatas. |
|
|
2. |
Jangka waktu antara
tanggal laporan keuangan terakhir dan efektifnya
Pernyataan Pendaftaran diubah dari 180 (seratus
delapan puluh) hari menjadi 6 (enam) bulan. |
|
|
3. |
Penjatahan Efek untuk
suatu Penawaran Umum dipersingkat dari 3 (tiga)
hari kerja menjadi 2 (dua) hari kerja. |
|
|
4. |
Tersedianya bukti
kepemilikan Efek bagi yang tidak dicatat di Bursa
Efek dipersingkat dari 5 (lima) hari kerja menjadi
2 (dua) hari kerja setelah penjatahan. |
|
|
5. |
Pelaksanaan pencatatan
Efek di Bursa Efek dipersingkat dari 5 (lima) hari
menjadi 3 (tiga) hari kerja setelah penjatahan. |
|
|
6. |
Laporan hasil
Penawaran Umum oleh Penjamin Emisi Efek
dipersingkat dari 5 (lima) menjadi 3 (tiga) hari
kerja. |
|
|
7. |
Jangka waktu
efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan
laporan hasil Penawaran Umum kepada Bapepam
dipersingkat dari 15 (lima belas) menjadi 10
(sepuluh) hari kerja. |
|
|
|
|
B. |
Peraturan Bapepam Nomor IX.D.1 tentang Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu |
|
|
Penyempurnaan
Peraturan ini dimaksudkan antara lain untuk
menyesuaikan dengan telah dilaksanakannya
scripless trading, sehingga mempersingkat jangka
waktu dilaksanakannya Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD). |
|
|
Adapun
pokok-pokok perubahannya antara lain meliputi
hal-hal sebagai berikut: |
|
|
1. |
Perubahan
jumlah
waran yang diterbitkan dan waran yang telah
beredar dari 30% (tiga puluh perseratus) dari
modal disetor pada saat waran diterbitkan menjadi
35% (tiga puluh lima perseratus) dari jumlah saham
yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat
Pernyataan Pendaftaran disampaikan. |
|
|
2. |
Pemegang saham yang berhak atas HMETD dipersingkat
dari yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham 11
(sebelas) hari menjadi 8 (delapan) hari kerja
setelah RUPS. |
|
|
3. |
Penerbitan surat Efek baru dipersingkat dari 5
(lima) hari kerja menjadi 2 (dua) hari kerja
setelah HMETD dilaksanakan. |
|
|
4. |
Perdagangan HMETD dibatasi untuk jangka waktu
sekurang-kurangnya 5 (lima) hari kerja dan paling
lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah distribusi
HMETD berakhir. |
|
|
5. |
Distribusi
sertifikat HMETD dipersingkat dari 5 (lima) hari
kerja menjadi 1 (satu) hari kerja setelah DPS yang
berhak atas HMETD. |
|
|
6. |
Penjatahan dipersingkat dari 2 (dua) hari menjadi
1 (satu) hari kerja setelah berakhirnya
perdagangan HMETD. |
|
|
|
|
|
C. |
Peraturan Bapepam
Nomor X.K.4 tentang Laporan Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum |
|
|
Penyempurnaan
Peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan aspek
keterbukaan penggunaan dana hasil penawaran umum
sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi
tersebut. |
|
|
Adapun
pokok-pokok perubahannya antara lain meliputi
hal-hal sebagai berikut: |
|
|
1. |
Selain
menyampaikan kepada Bapepam, Emiten atau
Perusahaan Publik diwajibkan untuk
mempertanggungjawabkannya pada RUPS Tahunan dan
atau menyampaikannya kepada Wali Amanat. |
|
|
2. |
Pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana pada
RUPS Tahunan dilaksanakan secara berkala setiap
tahun. |
|
|
3. |
Perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum
obligasi harus memperoleh persetujuan Wali Amanat
setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang
Obligasi. |
|
|
4. |
Laporan realisasi penggunaan dana terakhir wajib
disampaikan kepada Bapepam dan
dipertanggungjawabkan pada RUPS Tahunan dan atau
disampaikan kepada Wali Amanat pada periode
berikutnya. |
|
|
5. |
Mengingat selama ini laporan penggunaan dana hasil
IPO hanya diterapkan kepada Emiten Saham atau
Obligasi, maka dipandang perlu untuk mewajibkan
pula Emiten yang melakukan Penawaran Umum Efek
Bersifat Ekuitas (selain saham). |
|
|
|
|
| |