Hubungan Internasional
Perkembangan Pasar Modal
Indonesia tidak terlepas dari perkembangan
internasional baik di bidang ekonomi,
sosial dan politik. Menyadari kenyataan
tersebut, Bapepam telah dan terus
senantiasa mengembangkan hubungan dan
kerja sama yang baik dengan negara lain
dan organisasi internasional.
Sejak tahun 1992, Bapepam
telah menjadi anggota dari International
Organization of Securities Commissions
(IOSCO), yaitu organisasi otoritas pasar
modal seluruh dunia yang memfasilitasi dan
mendorong para anggotanya untuk saling
berkomunikasi, bekerjasama, dan tukar
menukar informasi dalam rangka
meningkatkan kinerja serta sebagai upaya
penyeragaman sistem dan mekanisme kegiatan
pasar modal di negara-negara anggotanya.
Sebagai anggota IOSCO,
Bapepam aktif mengikuti perkembangan dan
kegiatan yang dilakukan IOSCO. Bapepam
berperan aktif sebagai anggota dari
President Committee, Asia Pacific Regional
Committee (APRC), dan Emerging Market
Committee (EMC).
Pada tanggal 3-5 Februari
2002, Indonesia dipercaya menjadi tuan
rumah untuk pertemuan antar pimpinan
puncak lembaga pasar modal di kawasan Asia
Pasifik (IOSCO APRC and Enforcement
Directors Meetings). Pertemuan yang
diselenggarakan di Bali tersebut dihadiri
oleh 14 pimpinan puncak dan 12 direktur
penegakan hukum dari negara anggota APRC.
Pertemuan tersebut menegaskan kembali
komitmen para negara Anggota APRC untuk
semakin meningkatkan kerja sama
kelembagaan di bidang tukar-menukar
informasi dan pemberian bantuan litigasi
di antara lembaga pengawas sebagai upaya
untuk meningkatkan perlindungan kepada
investor.
Selain menjadi tuan rumah
dalam IOSCO APRC and Enforcement Directors
Meetings, selama tahun 2002 Bapepam juga
aktif menghadiri berbagai pertemuan IOSCO,
diantaranya adalah IOSCO Annual Conference
2002 pada bulan Mei di Istanbul, Turki dan
pertemuan tahunan Emerging Market
Committee pada bulan Oktober di Kuala
Lumpur, Malaysia.
Selain itu, Bapepam juga
dipercaya menjadi salah satu anggota
Satuan Tugas Pasar Modal Islam (Islamic
Capital Market Task Force). Satuan tugas
yang dibentuk oleh IOSCO untuk melakukan
pengkajian mengenai pasar modal Islam
tersebut melakukan pertemuan pertamanya
pada tanggal 1 November 2002 di Kuala
Lumpur, Malaysia. Keanggotaan Bapepam di
dalam satuan tugas tersebut diharapkan
dapat membantu pengkajian mengenai pasar
modal Islam dan dapat mendukung pasar
modal syariah yang saat ini sedang dikaji
penerapannya di Indonesia.
Masih berkaitan dengan
keanggotaan Bapepam di IOSCO, saat ini
Bapepam tengah melakukan kajian untuk
dapat menandatangani resolusi-resolusi
IOSCO. Sebagai informasi, sampai dengan
saat ini Bapepam telah menandatangani dua
resolusi IOSCO, yaitu Resolution on Money
Laundering dan Resolution on Commitement
to Basic IOSCO Principles of High
Regulatory Standards and Mutual
Cooperation and Assistance.
Di samping itu, Bapepam
saat ini juga telah selesai melakukan
pengkajian aplikasi dan kuesioner dalam
rangka penandatanganan nota kesepahaman
multilateral IOSCO yang dikeluarkan oleh
IOSCO. MOU Multilateral ini didasari oleh
meningkatnya integrasi pasar, pertumbuhan
kegiatan lintas batas di pasar modal dan
derivatif, dan sebagai reaksi atas
kejadian 11 September 2001. IOSCO berharap
dengan penandatanganan MOU multilateral
ini dapat membantu pencapaian tujuan IOSCO
yaitu untuk meningkatkan pendeteksian dan
pencegahan kejahatan finansial lintas
batas dan untuk memastikan bahwa para
anggota IOSCO melakukan penegakan hukum
yang berlaku.
Selain kegiatan yang
berkaitan dengan IOSCO tersebut, selama
tahun 2002 Bapepam juga mengikuti berbagai
pertemuan internasional di bidang pasar
modal antara lain Tokyo Round Table 2002
(Tokyo Seminar on Securities Market
Regulation) di Jepang; ADB Annual Meeting
di Shanghai, China; Conference To
Strengthen The Credit Rating Discipline In
Asia di Manila, Philipina; Regional
Seminar on Supervision of Market
Intermediaries di Shanghai, China; East
Asia Economic Summit 2002 (The World
Economic Forum) di Malaysia; dan Regional
Seminar on Non-Bank Financial Institutions
in East Asia Region di Bangkok, Thailand.
Untuk meningkatkan
kerjasama dengan otoritas pasar modal
negara lain, Bapepam selama tahun 2002
telah melaksanakan penandatanganan nota
kesepahaman bersama (MoU) dengan Srilanka
pada tanggal 4 Februari 2002 di Bali dan
dengan Philipina pada tanggal 5 Juni 2002
di Manila. Inti dari nota kesepahaman
bersama tersebut adalah persetujuan
kerjasama untuk peningkatan industri pasar
modal serta bantuan informasi dalam hal
penegakan hukum. Saat ini Bapepam sedang
mempersiapkan penandatanganan nota
kesepahaman bersama dengan Cina (China
Securities Regulatory Commission), India
(Securities and Exchange Board of India),
Thailand (Securities and Exchange
Commission of Thailand), Pakistan
(Securities and Exchange Commission of
Pakistan), dan Vietnam (State Commission
of Vietnam).
Pada tahun 2002, Bapepam
juga menerima kunjungan State Securities
Commission of Vietnam. Kunjungan tersebut
dilakukan oleh SSC Vietnam dalam rangka
studi banding mekanisme pengaturan pasar
modal dan untuk menjalin kerjasama antara
kedua negara.
Di masa mendatang, hubungan
dan kerjasama baik negara lain maupun
dengan organisasi internasional, khususnya
kegiatan yang bersifat koordinasi, saling
tukar menukar informasi, maupun pelatihan
untuk peningkatan sumber daya manusia akan
terus ditingkatkan. |