|
|
|
Pidato

|
Pointer Ketua Bapepam
PENYUSUNAN PEDOMAN PENYAJIAN
DAN PENGUNGKAPAN (DISCLOSURE)
LAPORAN KEUANGAN EMITEN
(16
FEBRUARI 1999) |
Yth. Sdr, Ketua dan
Pengurus lkatan Akuntan Indonesia
Yth. Sdr. Direksi PT BEJ, BES, KPEI dan KSEI
Yth. Sdr. Ketua dan Pengurus Asosiasi Emiten
Indonesia
Yth. Rekan Rekan Wartawan dari berbagai Media.
Ass. Wr.Wb,
|
1. |
Kami menyambut gembira adanya upaya dari BEJ
dan IAI serta AEI untuk memprakarsai
Penyusunan Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten ini yang hari ini ditandai
dengan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MOU) atau Nota Kesepakatan
antar IAI, BEJ dan AEI untuk bekerjasama
mempersiapkan sebuah pekerjaan yang cukup
penting untuk kelangsungan pasar modal
Indonesia di rnasa depan melalui Penyusunan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
(disclosure) Laporan Keuangan Emiten ini. |
|
2. |
Kerjasama
penyusunan Pedoman Laporan keuangan ini sangat
penting artinya dalam rangka memenuhi Standar
Akuntasi lnternasional sehingga dalam
menghadapi persaingan global yang sekarang
sudah mulai dirasakan ini
perusahaan-perusahaan tercatat di pasar modal
Indonesia juga telah dapat memenuhi standar
akuntansi secara lnternasional (IAS). |
|
3. |
Sebagaimana
diketahui Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten dalam rangka Keterbukaan di
Pasar Modal sangat penting untuk membangkitkan
kembali minat dan kepercayaan masyarakat
internasional untuk berinvestasi di Indonesia
yang selama 2 tahun terakhir ini mengalami
krisis ekonomi. Dengan adanya Pedoman
Penyusunan Laporan Keuangan ini diharapkan
mampu rnemberikan informasi yang berkualitas
yang dapat mengungkapkan secara transparan
sernua hal yang seharusnya disajikan di dalarn
laporan keuangan emiten tersebut sehingga
dengan informasi ini para pihak yang akan
mangambil keputusan dari informasi laporan
keuangan dapat mengambilnya secara tepat. |
|
4. |
Keterbukaan
(disclosure) merupakan syarat mutlak bagi
panyajian informasi yang diperlukan untuk
berlangsungnya.pasar modal yang efisien secara
optimal. Penelitian Bank Dunia baru-baru ini
menunjukkan bahwa salah satu faktor terjadinya
krisis di kawasan Asia belakangan ini adalah
karena kurangnya keterbukaan dan transparansi
atas Laporan Keuangan Emiten. Penelitian Bank
Dunia ini juga diperkuat oleh sebuah Laporan
dari The United Nations (PBB) bahwa Lima Besar
Kantor Akuntan di Dunia ternyata turut
berperan dalam krisis ini. Hal ini tidak
terkecuali juga dialami oleh Indonesia, dari
catatan BEJ diperoleh Informasi bahwa 92 %
dari 288 emiten yang tercatat di BEJ diaudit
oleh Lima Besar Kantor Akuntan Dunia tersebut. |
|
5. |
Melihat adanya
fakta itu maka upaya-upaya untuk membenahi
berbagai kerancuan selama ini khususnya
menyangkut penyajian Laporan Keuangan Emiten
perlu disusun suatu Pedoman Standar Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten yang
mengacu pada praktek-praktek yang berlaku umum
di negara lain sehingga dicapai (1) kualitas
penyajian dan pengungkapan laporan keuangan
emiten yang lebih informatif dan memberikan
manfaat bagi pasar modal khususnya kepada
investor, BEJ maupun pihak yang berkepentingan
terhadap kinerja emiten dan bagi penerapan Corporate
governance oleh emiten, (2) mampu
meningkatkan ketaatan emiten untuk memenuhi
standar pengungkapan sesuai dengan ketentuan
IAI dan Bapepam sebagaimana KEP No. 97/PM/1996
tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan,
International Accounting Standard (IAS).
Corporate Governance atau disebut tertib
menjalankan perusahaan perlu dilaksanakan oleh
emiten. Tertib jalannya perusahaan adalah
merupakan upaya untuk peningkatan nilai
perusahaan (Corporate Governance) adalah
dengan pengelolaan yang terbuka dan
transparan. Hal ini tentunya dapat diawali
dengan peningkatan kualitas dari standar,
pedoman dan tata cara pembukuan dan pelaporan
transaksi dari ketentuan yang saat ini
berlaku. |
|
6. |
Demikianlah
harapan kami atas penandatanganan kerjasama
ini. Kiranya target waktu dan kualitas
hasil kerjasama ini dapat ditindaklanjuti oleh
masing-masing institusi terkait dalam bentuk
penyempurnaan Standar dan Pedoman Akuntansi
oleh IAI, maupun penerbitan Standar Akuntansi
yang belum ada, serta dapat pula dalam bentuk
penyempurnaan pada Laporan Keuangan yang hasil
kerja ini dapat digunakan oleh masing-masing
institusi terkait tersebut sehingga kerjasama
ini dapat memberikan manfaat yang selaras
dengan upaya Pemerintah untuk secara terus
menerus melakukan pembenahan dan
restrukturisasi ekonomi yang sedang berjalan.
|
Akhirnya saya
ucapkan selamat bekerja kepada IAI, BEJ dan AEI.
Wassalam
Departemen Keuangan
RI
Badan Pengawas Pasar Modal
JUSUF ANWAR
Ketua |
|