|
Mengkaji
Manfaat XBRL dalam Upaya Implementasi Sistem Pelaporan
Elektronik (e-Reporting System) di Industri Pasar Modal
Indonesia
Salah satu tugas utama regulator
keuangan
di
seluruh dunia saat ini adalah bagaimana
meningkatkan sistem pengawasan mereka secara elektronik
untuk memastikan bahwa data dan informasi yang
disampaikan oleh institusi-institusi yang diawasinya
adalah benar dan akurat. Hal tersebut sangat terkait
dengan kebutuhan investor dalam mengakses data dan
informasi
secara mudah dan cepat, sebagai dasar pengambilan
keputusan bisnis mereka.
Mengantisipasi tantangan
tersebut, para regulator mulai memikirkan bagaimana
mereka dapat meningkatkan kemampuan sistem monitoring
elektronik mereka sekaligus mampu menghasilkan data dan
informasi yang cepat, akurat, dan relevan bagi
kepentingan para penggunanya. Beberapa regulator telah
mulai melakukan evaluasi terhadap sistem mereka dan
implementasi XBRL merupakan salah satu
solusi
jawaban atas kebutuhan tersebut.
Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (BAPEPAM dan LK) Departemen Keuangan
RI, sebagai salah satu regulator, memiliki peranan
penting yang berkaitan dengan penyampaian laporan
(termasuk laporan keuangan). Peranannya menjadi semakin
penting mengingat semakin meingkatnya jumlah
intitusi-institusi yang akan diawasi. Dengan
mengembangkan sistem pelaporan secara elektronik via
internet serta didukung dengan implementasi XBRL,
Bapepam-LK diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya
sebagai salah satu sumber informasi dan data keuangan
yang penting di masa mendatang. Sebagai informasi,
implementasi sistem pelaporan elektronik di industri
Pasar Modal Indonesia juga sudah ditetapkan di Cetak
Biru Pasar Modal Indonesia 2005-2009 dan diharapkan bisa
dimanfaatkan pada tahun 2006 ini.
Untuk mengeksplorasi manfaat dan penggunaan XBRL
tersebut, Bapepam-LK telah mengirimkan dua orang
pegawainya untuk melakukan observasi (internship) di International Accounting Standards
Committee Foundation (IASCF) XBRL Team , London, UK.
Observasi tersebut dilakukan selama satu bulan (18 Juli
2006 - 15 Agustus 2006), dengan bantuan pendanaan dari
World Bank (ASEM Grant). Melalui observasi
tersebut diharapkan akan meningkatkan pemahaman yang
lebih lengkap mengenai bagaimana memanfaatkan XBRL
dikaitkan dengan rencana pengembangan sistem pelaporan
secara elektronik (e-reporting) yang saat ini akan mulai
dikembangkan di industri pasar
modal.
Situs 'XBRL
Initiative' ini ditujukan sebagai sarana untuk
menyebarkan informasi mengenai hasil observasi. Suatu
model (show case) telah dikembangkan bersama IASC Foundation XBRL Team.
Selain untuk mempermudah pemahaman publik terhadap
pemanfaatan XBRL, model tersebut diharapkan dapat
digunakan menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut
mengenai kajian dan rencana implementasi XBRL di Indonesia.
|