|
Kebutuhan terhadap
implementasi sistem pelaporan dan monitoring secara elektronik di
industri pasar modal Indonesia menjadi hal
yang sangat penting, terutama jika dikaitkan dengan
upaya peningkatan pengawasan. Tanpa didukung hal
tersebut tentunya akan sulit bagi regulator untuk
melaksanakan pengawasan yang efektif dan efisien.
Sistem pengawasan yang
selama ini digunakan belum memberikan hasil yang
optimal, karena beberapa hal sebagai berikut :
·
Belum merupakan sistem yang
terotomatisasi,
sehingga masih memerlukan input data secara manual dan
berpotensi terjadinya kesalahan
(time-consuming
and error-prone)
·
Belum menetapkan format yang terstandar (format
laporan
tidak seragam :
PDF,
Excel, ataupun Word)
·
Belum menyediakan alat validasi secara otomatis,
sehingga menurunkan kualitas
informasi
·
Belum menyediakan
alat untuk melakukan analisis laporan (analysis tools)
Akibat utama dari
kondisi tersebut adalah kesulitan bagi pengguna,
terutama investor (baik dalam maupun luar negeri), dalam
mendapatkan data dan informasi bisnis yang akurat,
terpercaya, dan
relevan bagi kepentingan analisis mereka.
Dengan
semakin bertambahnya jumlah institusi yang akan diawasi
oleh Bapepam-LK, maka diperlukan suatu solusi yang tepat
untuk segera membenahi kondisi tersebut.
|