|
|
|
BAB VI
LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL
|
| Bagian
Kesatu |
|
Kustodian |
Paragraf 1 |
|
Persetujuan |
| |
| Pasal 43 |
|
(1) |
Yang dapat menyelenggarakan
kegiatan usaha sebagai
Kustodian adalah
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perusahaan Efek,
atau Bank Umum yang telah mendapat persetujuan Bapepam. |
|
(2) |
Persyaratan dan tata cara
pemberian persetujuan bagi Bank Umum sebagai Kustodian
diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. |
Paragraf 2 |
| Efek
yang Dititipkan |
| |
| Pasal 44 |
|
(1) |
Kustodian yang menyelenggarakan kegiatan penitipan
bertanggung jawab untuk menyimpan Efek milik pemegang
rekening dan memenuhi kewajiban lain sesuai dengan kontrak
antara Kustodian dan pemegang rekening dimaksud. |
|
(2) |
Efek yang dititipkan wajib dibukukan dan dicatat secara
tersendiri. |
|
(3) |
Efek yang disimpan atau
dicatat pada
rekening Efek Kustodian bukan merupakan bagian dari harta
Kustodian tersebut. |
| Pasal 45 |
| Kustodian hanya dapat
mengeluarkan Efek atau dana yang tercatat pada rekening
Efek atas
perintah tertulis
dari pemegang rekening atau Pihak yang diberi wewenang
untuk bertindak atas namanya. |
| Pasal 46 |
|
Kustodian wajib memberikan
ganti rugi kepada
pemegang rekening atas setiap kerugian yang timbul akibat
kesalahannya. |
| Pasal 47 |
| |
a. |
Pihak yang ditunjuk secara tertulis oleh pemegang rekening
atau ahli waris pemegang rekening; |
| |
b. |
Polisi, Jaksa, atau Hakim untuk kepentingan peradilan
perkara pidana; |
| |
c. |
Pengadilan untuk kepentingan peradilan perkara perdata
atas permintaan Pihak-Pihak yang berperkara; |
| |
d. |
Pejabat Pajak untuk kepentingan perpajakan; |
| |
e. |
Bapepam, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan,
Emiten, Biro Administrasi Efek, atau Kustodian lain dalam
rangka melaksanakan fungsinya masing-masing; atau |
| |
f. |
Pihak yang memberikan jasa kepada Kustodian, termasuk
konsultan, Konsultan Hukum, dan Akuntan |
|
(2) |
Setiap Pihak
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a sampai dengan
huruf f yang memperoleh keterangan mengenai rekening Efek
nasabah dari Kustodian atau afiliasinya dilarang
memberikan keterangan dimaksud kepada Pihak mana pun,
kecuali diperlukan dalam pelaksanaan fungsinya
masing-masing. |
|
(3) |
Permintaan untuk memperoleh keterangan mengenai rekening
Efek nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b,
huruf c, dan huruf d diajukan oleh Kepala Kepolisian
Republik Indonesia, Jaksa Agung, Ketua Mahkamah Agung atau
pejabat yang ditunjuk,
dan Direktur Jenderal Pajak kepada Bapepam untuk
memperoleh persetujuan dengan menyebutkan nama dan jabatan
polisi, jaksa, hakim atau pejabat pajak, nama atau nomor
pemegang rekening, sebab-sebab keterangan diperlukan, dan
alasan permintaan dimaksud. |
| |
| Bagian
Kedua |
| Biro
Administrasi Efek |
| |
| Pasal 48 |
|
(1) |
Yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Biro
Administrasi Efek adalah Perseroan yang telah memperoleh
izin usaha dari Bapepam. |
|
(2) |
Persyaratan dan tata cara
perizinan Biro
Administrasi Efek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. |
|
(1) |
Pendaftaran pemilikan Efek dalam buku daftar pemegang Efek
Emiten dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek dapat
dilakukan oleh Biro Administrasi Efek berdasarkan kontrak
yang dibuat oleh Emiten dengan Biro Administrasi Efek
dimaksud. |
|
(2) |
Kontrak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib secara
jelas memuat hak dan kewajiban Biro Administrasi Efek dan
Emiten, termasuk kewajiban kepada pemegang Efek.
|
| |
| Bagian
Ketiga |
| Wali
Amanat |
| |
| Pasal 50 |
|
(1) |
Kegiatan usaha sebagai
Wali Amanat
dapat dilakukan oleh: |
| |
a. |
Bank Umum; dan |
| |
b. |
Pihak lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. |
|
(2) |
Untuk dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Wali
Amanat,
Bank Umum atau Pihak lain
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib terlebih dahulu
terdaftar di Bapepam. |
|
(3) |
Persyaratan dan tata cara
pendaftaran Wali Amanat diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Pemerintah. |
| Pasal 52 |
| Emiten dan Wali Amanat
wajib membuat kontrak perwaliamanatan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan oleh
Bapepam. |
| Pasal 53 |
| Wali Amanat wajib
memberikan ganti rugi kepada
pemegang Efek bersifat utang
atas kerugian
karena kelalaiannya dalam pelaksanaan tugasnya sebagaimana
diatur dalam Undang-undang ini dan atau peraturan
pelaksanaannya serta kontrak perwaliamanatan. |
| Pasal 54 |
|
Wali Amanat dilarang
merangkap sebagai penanggung dalam emisi Efek bersifat
utang yang sama. |
|
|
|
|
|